Showing posts with label MOTOR CYCLE. Show all posts
Showing posts with label MOTOR CYCLE. Show all posts

Saturday, January 18, 2014

SEJARAH HARLEY DAVIDSON

Kisah sukses pabrikan Harley Davidson berawal pada tahun 1903, dimana William Harley dan Arthur Davidson mempunyai ide untuk membuat motor yang mampu menjinakan tanjakan yang terletak di daerah Milwaukee, Wisconsin, Amerika Serikat. Kedua remaja yang baru berumur 20 tahunan ini akhirnya berhasil membuat sepeda motor pertama mereka. Didukung mesin satu silinder berkapasitas 60cc, motor ini berhasil melahap tanjakan tersebut dengan mudah.

Setelah sukses pertama tersebut, dua tahun berselang perusahaan bernama Harley-Davidson Motorcycles Co. Mulai berdiri. Sebelumnya dua saudara dari Arthur telah bergabung di dalamnya, yaitu Walter dan William Davidson. Menggunakan gubug kecil yang terletak di belakang rumah keluarga Davidson, mereka berempat memproduksi hasil karyanya sebanyak 3 buah, sebelum akhirnya berpindah ke Juneau Avenue. Di ruangan yang lebih luas mereka berhasil menyelesaikan 150 unit produksi yang semuanya ludes terjual.

Dan mesin V-twin yang menjadi ciri khas Harley Davidson terbentuk di tahun 1911. Berawal dari mesin V-twin 45 derajat berkapasitas 790cc, Harley Davidson mulai membentuk image sebagai pabrikan moge pelopor mesin V-twin. Dengan hasil karyanya ini Harley Davidson mampu menembus angka produksi hingga lebih dari 1.000 unit. Dua tahun setelahnya Harley Davidson bahkan mampu menembus angka produksi hingga 13.000 unit setelah pabriknya diperluas, dan masih terus bertambah.

Kesuksesan yang diraihnya, menjadikan Harley Davidson sebagai perusahaan sepeda motor terbesar di dunia di awal tahun 1920. Berbagai karya terbaru mulai lahir, mulai dari mesin V-twin yang kapasitasnya menjadi 1.184cc, Tangki bahan bakar yang berbentuk tetesan air (1925), hingga penggunaan rem depan (1928). Semua karyanya menuai kesuksesan sehingga mampu mengantarkan Herley Davidson melewati masa The Great Depression di tahun 1933, bersama saingan terdekatnya Indian.

KARBURATOR SEPEDA MOTOR

Bagian - Bagian Karburator Dan Fungsinya

   Karburator terdiri atas bagian - bagian yang masing - masing mempunyai tugas tertentu dalam rangkamemenuhi fungsi yang dibebankan pada karburator. Berikut ini akan kita bicarakan satu persatu bagian tersebut beserta fungsinya, yaitu :
1. Mangkok karburator (float chamber) Berfungsi mengatur masuknya bahan bakar pada waktu belum digunakan. 
2. Klep / jarum pelampung (floater valve).Berfungsi mengatur masuknya bahan bakar ke dalam mangkok karburator.
3. Pelampung (floater). Berfungsi mengatur agar tetap posisi bahan bakar di dalam mangkok karburator.
4. Skep / katup gas Berfungsi mengatur banyaknya gas yang masuk ke dalam silinder. 
5. Pemancar jarum (main nozzle / needle jet ). Berfungsi memancarkan bahan bakar waktu motor digas, besarnya diatur oleh terangkatnya jarum skep.
6. Jarum skep / jarum gas ( Needle Jet). Berfungsi mengatur besarnya semprotan bahan bakar dari main nozzle pada waktu motor digas.
7. Pemancar besar (main jet). Berfungsi memancarkan bahan bakar waktu motor digas penuh (tinggi).
8. Pemancar kecil / stationer (slow jet). Berfungsi memancarkan bahan bakar waktu motor langsam / stationer.
9. Sekrup gas / baut gas (throttle screw). Berfungsi untuk menyetel posisi skep sebelum digas.
10. Sekrup udara / baut udara ( air screw). Berfungsi untuk mengatur banyaknya udara yang akan dicampur dengan bahan bakar.
11. Katup cuk (choke valve) Berfungsi menutup udara luar yang masuk ke karburator sehingga gas menjadi kaya, digunakan pada waktu start.

SEJARAH YAMAHA

Awalnya adalah kisah dan akhirnya jadilah sejarah, sedaappp… Apapun di dunia ini pasti ada permulaan terjadinya. Nah, ngomong-ngomong masalah pemulaan, pabrikan motor Yamaha dulunya bernama Nippon Gaki Co. Ltd., yang didirikan pada tahun 1887 dengan produk alat musik piano dan organ. Pendirinya sendiri adalah orang Jepang asli namanya Yamaha Torakasu yang lahir pada 20 April 1851, dia anak ketiga dari keluarga Yamaha Konosuke.
Sebelum memulai bisnis pembuatan alat musik piano dan organ, Yamaha Torakasu adalah seorang astronom di jaman Dinasti Shogun Tokugawa pada pertengahan tahun 1800 an. Maklum, ayahnya adalah seorang petugas astronomi Jepang yang bertugas di era Dinasti Tokogawa di wilayah Kishu, yang sekarang jadi provinsi Wakayama, Jepang. Setiap hari ngeliat kerjaan ayahnya yang sering ngoprek perkakas astronom, lama kelamaan yah ketularan juga.
Singkat cerita, pada tahun 1888 dia berhasil memimpin perusahaan “Yamaha Fukin” sebuah perusahaan pembuat organ dan sukses dalam melakukan produksi masal. Kemudian pada tahun 1897 dia mendirikan Nippon Gaki Co. ltd., dan menjadi Presiden yang pertama di perusahaan tersebut. Senjak saat itu, nama Yamaha berhasil mewakili alat-alat musik di Jepang.
Namanya bisnis, tentunya nggak mau dong bisnisnya hanya stak di situ-situ aja. Setelah Perang Dunia II yang saat itu Jepang di luluh lantakkan oleh pasukan Amerika, Yamaha berfikir, apa yang dibutuhkan orang-orang Jepang untuk kembali bangkit dari keterpurukan. Dan yang ada di fikiran pemimpin Nipon adalah sebuah alat transportasi, dan senjak saat itu mulailah membuat motor, tepatnya pada tahun 1955.
Sejalan dengan tumbuhnya industry motor di Jepang, maka Nippon Gaki Co. Ltd., berganti nama menjadi Yamaha Motor Co. Ltd. Produk pertama Yamaha adalah YA-1 Motorcycle dengan mesin berkapasitas 125cc, 2 tak silinder tunggal. Motor itu disebut juga sebagai Akatombo atau para “Red Dragonfly”. Namanya baru memulai membuat motor, desainya mirip atau bisa dibilang menjiplak motor Jerman yang dipakai tentara sekutu. Desainnya mirip DKW RT125 buatan Jerman. Tapi seiring perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan, sepeda motor Yamaha pun terus bekembang yang sekarang di Indonesia ada Mio, MioJ, Soul GT, Jupiter Z1, Jupiter MZ, Byson, V-Ixion, Scorpio, R6, R1, V-Max dan masih banyak lagi.
Kalau pas helatan Jakarta Motorcycle Show pada awal November kemarin ada yang ngeliat sebuah motor dengan desain klasik yang keren, itulah motor produksi pertama Yamaha, Akatombo “Red Dragonfly”.

Thursday, December 26, 2013

TENTANG MINYAK REM (BRAKE FLUID)






MINYAK REM (BRAKE FLUID)

 Image



Minyak rem (Brake Fluid)

Minyak merupakan istilah yang sangat umum untuk semua cairan organik yang tidak larut atau bercampur dengan air. Minyak memiliki cakupan yang sangat luas, seperti minyak goreng, atau dapat juga sebagai pewangi seperti minyak nilam dan sebagai pelumas pada kendaraan seperti minyak rem.
Setiap kendaraan bermotor pasti akan memiliki sistem pengereman untuk menghentikan laju kendaraan. Berbagai komponen dalam sistem tersebut berhubungan satu sama lain. Minyak rem dan kampas rem adalah sebagian komponen tersebut.

Fungsi minyak rem

Fungsi minyak rem adalah sebagai pelumas pada komponen logam yang bergesekan untuk menghentikan laju kendaraan agar logam tersebut tidak mudah aus, tahan panas, dan tidak berubah bentuk pada suhu tinggi.
Fungsi minyak rem yang lain adalah sebagai berikut:
a. Untuk mengurangi kecepatan sampai menghentikan kendaraan.
b. Mengontrol kecepatan selama berkendara.
c. Untuk menahan kendaraan pada saat parkir dan berhenti pada jalan yang menurun atau menanjak.
d. Sebagai penyalur tenaga hidrolik tak lain karena memiliki sifat seperti fluida (cairan) dalam sistem tertutup lainnya.

Cara kerja minyak rem

Ketika proses pengereman, diperlukan tenaga hidrolik yang diaktifkan oleh silinder master agar dapat menghentikan putaran roda. Cara ini dilakukan dengan menekan tromol atau dapat juga dengan menjepit cakram. Tenaga hidraulik ini disalurkan kesemua sistem melalui minyak rem. Minyak rem memiliki sifat seperti fluida dalam sistem tertutupnya. Kerja dari sistem rem, dari master silinder ke piston mentransfer energi mekanis yang akan menghasilkan panas dari gesekan minyak rem dengan permukaan salurannya.

Kandungan minyak rem

Kandungan minyak rem yang sering digunakan biasanya adalah Polyalkylene Glycol Ether. Minyak rem yang berbahan dasar Polyalkylene Glycol Ether lebih populer termasuk dalam dunia racing. Bahan kimia sebagai bahan dasar minyak rem ini serupa dengan bahan anti beku pada radiator coolant (ethylene glicol) dan bahkan bahan dasar ini termasuk bahan beracun dan perlu seratus tahun bagi alam untuk menguraikannya. Polyalkylene Glycol Ether yang sering digunakan adalah Tri-Ethylene Glycol. Senyawa ini merupakan bahan dasar dari minyak rem. Senyawa ini merupakan senyawa organik, berbentuk cairan dan tidak berwarna dengan bau seperti ether. Memiliki nama IUPAC 2 – Methoxyethanol atau lebih dikenal dengan nama Methyl Cellosolve. Senyawa ini dibuat dari serangan nukleofilik metanol pada oksiran terprotonosi melalui proses transfer proton. Senyawa ini bersifat beracun terhadap tulang dan otot. Bekerja dengan senyawa ini pada konsentrasi yang sangat tinggi beresiko terhadap penyakit Granulocytopenia, Macrocytic anemia, Oligospermia dan Azoospermia .
Biasanya minyak rem yang terbuat dari Glycol Ether ditambahi senyawa aditif seperti asam borat yang berfungsi mengikat air agar minyak rem tetap dalam keadaan kering. Minyak rem berbahan dasar glycol, yang digunakan bersama zat aditif tertentu, memberikan keuntungan berupa titik beku yang rendah dan titik didih yang tinggi, dan mempunyai viskositas tetap (kekentalan) terhadap temperatur yang berubah drastis. Minyak rem harus cocok dengan peralatan dari logam dan seal karet yang digunakan oleh sistem ini.

Klasifikasi minyak rem

Minyak rem berdasarkan titik didihnya diklasifikasikan dalam empat kategori:
1. DOT – 3
2. DOT – 4
3. DOT – 5.1
4. DOT – 5
DOT merupakan singkatan dari Departement Of Transportation (USA). Department Of Transportation (USA) ini menentukan tingkat klasifikasi minyak rem. Semakin tinggi angka yang mengikutinya maka semakin tinggi pula titik didihnya.
Karakter dari masing – masing minyak rem tersebut adalah sebagai berikut:

Kode DOT 3, 4 dan 5 pada minyak rem punya maksud untuk menerangkan perbedaan titik didih atau boiling point. Sedangkan DOT kepanjangan dari Department Of Transportation.

Misalnya DOT 3, minimal titik didihnya 205C dan DOT 4, 230 C. DOT 5 lebih tinggi dari keduanya, bahan bakunya dari silikon yang sulit bercampur dengan air.

Makanya, minyak rem di atas DOT 3 lebih sering dipakai buat kendaraan kecepatan tinggi dan berkapasitas besar. Namun, warna di tiap kemasan, ternyata tidak berhubungan langsung dengan kualitas.

Tapi, buat kendaraan roda dua standar DOT 3 saja sudah cukup. Selain harga lebih murah, suhu panas saat ngerem masih bisa ditahan. Kecuali semplakan yang sering dibawa ngebut, demi menjamin keamanan, monggo DOT 4 diadopsi.

Batas waktu pemakaian minyak rem, ketiganya masih sama. Sebagai patokan, diganti setiap 20.000 km. Tapi, jangan mentang-mentang lama, kalau belum waktunya sudah terlihat kurang atau warnanya berubah, sebaiknya ditambah atau ganti baru.

DOT – 3




Minyak rem berspesifikasi DOT3,4 da5.1 mengandung Polyglycol ether yang hydroscopik, artinya mempunyai sifat menyerap air. Bila dicampur atau tercampur air, minyak rem tersebut tetap berwujud sama sekalipun sifatnya sudah berubah. Polyglycol hanya berkemampuan setengah silikon dalam menerima tekanan.
Untuk mobil racing, dry boiling point menjadi penting. Karena sifat ketiganya hanya hydroscopic yang bisa menyebabkan vapor lock, maka untuk itulah para pembalap bisa mengganti minyak rem sebelum event, tak lain agar performa minyak rem prima. Sebab saat balap, sistem rem bekerja keras, tak jarang cakram rem terlihat merah membara. Meski air akan membuat titik didih minyak rem menurun, namun hal tersebut tidak menjadi isu penting dalam kendaraan harian. Karena setelah pemakaian beberapa bulan, performa minyak rem kemungkinan hanya mendekati titik didih ‘wet’ saja. Bila air tercampur atau dicampurkan dengan minyak maka minyak rem tersebut tetap berwujud sama meskipun sifatnya berubah. Saat ini mobil- mobil standar semisal mobil keluaran Jepang, umumnya menggunakan minyak rem klasifikasi DOT-3. Mobil-mobil keluaran eropa atau Amerika Serikat umumnya telah menggunakan DOT-4 .
Minyak rem DOT-3 merupakan minyak rem konvensional yang digunakan secara luas. Kelebihan dan kekurangan dari tipe ini adalah sebagai berikut:
Kelebihan:
• Minyak rem tipe ini tidak mahal dan lebih mudah didapatkan.
Kekurangan:
• DOT-3 dapat merusak karet alami, sehingga tidak dapat digunakan pada kendaraan yang menggunakan karet alami.
• DOT-3 merusak cat.
• DOT-3 menyerap cat (hidroskopik). Jika penutup kemasannya telah dibuka, sebaiknya digunakan pada periode 1 minggu setelah kemasan tersebut dibuka.
• Oleh karena minyak rem tipe ini dapat menyerap air dengan mudah, dapat menimbulkan korosi.

DOT-4

Image

DOT-4 merupakan tipe minyak rem yang banyak digunakan pada mobil model lama. Kelebihan dan kekurangan pada minyak rem tipe ini adalah sebagai berikut.
Kelebihan:
• DOT-4 cukup mudah diperoleh.
• DOT-4 tidak menyerap air semudah DOT-3 menyerap air.
• Titik didih DOT-4 lebih tinggi dibandingkan DOT-3, sehingga lebih sesuai untuk pemakaian pada kendaraan yang sistem remnya bersuhu tinggi.
Kekurangan:
• DOT-4 merusak cat.
• Harganya kira-kira 50% lebih mahal dibandingkan DOT-3.
• Oleh karena DOT-4 masih dapat menyerap air, masih terdapat kemungkinan menimbulkan korosi.

DOT-5

 
DOT-5 juga dikenal sebagai minyak rem silikon. Hal ini dikarenakan DOT-5 berbahan dasar silikon. Silikon adalah cairan yang tidak menyerap air (non-hydroscopic), dan mengurangi kemungkinan penyebab korosi sehingga sifat dan kemampuan silikon stabil pada suhu tinggi. Minyak rem ini umumnya digunakan pada kendaraan militer seperti kendaraan tempur. Alasannya adalah silikon tidak merusak cat permukaan luar dari kendaraan yang merupakan hal yang penting dalam penyamaran.
Kekurangannya adalah daya pelumasnya kurang baik atau gesekannya besar akibatnya diperlukan tenaga yang lebih besar saat menekan rem agar sistem rem bekerja. Untuk itu sering diistilahkan “rem keras” atau bagel.
Kekurangan lainnya adalah silikon tidak mempunyai daya lumas seperti glycol sehingga tidak cocok untuk mobil yang dilengkapi ABS.
Kelebihan:
• DOT-5 tidak merusak cat.
• DOT-5 tidak menyerap air, sehingga dapat digunakan pada lingkungan yang lembab.
• DOT-5 sesuai dengan semua jenis karet rem.
Kekurangan:
• DOT-5 tidak dapat menggantikan DOT-3 ataupun 4. Untuk mengganti tipe minyak rem yang telah digunakan sebelumnya, harus dilakukan pembuatan ulang sistem hidrolik pada kendaraan.
• Oleh karena DOT-5 tidak menyerap air, kelembaban didalam sistem hidrolik akan mengumpul pada satu bagian. Hal ini dapat mengakibatkan korosi terlokalisasi pada rem tersebut.
• Pengisian minyak rem tipe ini sebaiknya dilakukan secara hati-hati. Gelembung udara kecil dapat membentuk gelembung udara yang lebih besar.
• Tipe ini memiliki titik didih rendah dibandingkan DOT-4.
• Harga minyak rem tipe DOT-5 dua kali lebih mahal dibandingkan DOT-4. Selain itu, minyak rem ini juga lebih sulit ditemukan di toko biasa.

DOT-5.1


Minyak rem tipe DOT-5.1 merupakan minyak rem tipe baru. Sebelumnya, minyak rem tipe ini memiliki bahan dasar glycol, bukan silicon seperti tipe DOT-5. Selain itu, berdasarkan uji performanya, minyak rem tipe ini lebih menyerupai DOT-4 dengan kualitas lebih tinggi, dibandingkan menyerupai DOT-5. Oleh karena itu mungkin sebenarnya DOT-5.1 lebih cocok disebut DOT-4.1 atau DOT-6.
Kelebihan:
• Tipe DOT-5.1 memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan tipe yang lain.
• Titik didihnya lebih tinggi, meskipun dalam keadaan basah maupun kering, jika dibandingkan DOT-3 maupun 4. Pada keadaan kering, titik didihnya adalah kira-kira 275˚C, sedangakan dalam keadaan basah titik didihnya berkisar antara 175 hingga 200˚C.
• DOT-5.1 kompatibel dengan formulasi karet rem.
Kekurangan:
• Bahan utama minyak rem ini bukan silicon, sehingga akan menyerap air.
• Seperti halnya DOT-3 dan DOT-4, minyak rem ini akan merusak cat.

Banyak yang mengira, jika minyak rem berwarna gelap, artinya sudah waktunya diganti. Kalau masih cerah, masih bagus.  Ini tidak benar. Rekomendasinya 2 tahun sekali atau 40,000 km. Mengganti minyak rem secara regular memperpanjang umur komponen rem lain sekaligus menjamin keselamatan anda.


Sumber
http://hannanahan.wordpress.com/2011/10/20/minyak-rem-brake-fluid/ , dll

 SEMOGA BERMANFAAT